Vina: Sebelum 7 Hari diangkat dari kisah nyata seorang perempuan bernama Vina yang tewas bersama kekasihnya di Cirebon pada 2016.
Film ini diproduksi oleh Dee Company dan diarahkan oleh sutradara Anggy Umbara, yang sebelumnya membesut Siksa Neraka
Pembuatan Vina: Sebelum 7 Hari menuai pro kontra lantaran dianggap tak etis bagi keluarga yang ditinggalkan.
Vina: Sebelum 7 Hari adalah film horor yang saat ini sedang menghiasi layar bioskop tanah air. Perlu diketahui bahwa film yang digarap oleh Dee Company ini diangkat dari kisah yang sayangnya benar-benar terjadi di kehidupan nyata.
Secara garis besar, film Vina: Sebelum 7 Hari menceritakan upaya tokoh utamanya, yaitu Vina, dalam menegakkan keadilan. Meskipun sudah tidak lagi hidup di dunia, arwahnya tetap berusaha menyuarakan kebenaran melalui raga sahabatnya.
Apakah kamu ingin mengetahui sinopsis Vina: Sebelum 7 Hari dan ulasannya? Kalau iya, kamu datang ke artikel yang tepat! Soalnya, melalui artikel yang diringkas ke dalam dua poin berikut, Telkomsel akan memaparkan penjelasannya untukmu.
Vina: Sebelum 7 Hari adalah sebuah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2024. Film ini disutradarai oleh Anggy Umbara dan berdasarkan kisah nyata pembunuhan Vina dan Eki. Berikut adalah beberapa informasi mengenai film lk21 ini:
Sinopsis: Vina, seorang korban kekejaman geng motor di Cirebon, menolak menerima kematian dirinya yang diberi label sebagai kecelakaan. Rohnya turun tangan dalam tujuh hari sebelum insiden untuk mengungkap kebenaran di balik apa yang sebenarnya terjadi.
Pemeran Utama:
Nayla D. Purnama sebagai Vina
Lydia Kandou sebagai Nenek Vina
Gisellma Firmansyah sebagai Linda.
Film ini mengangkat kisah nyata seorang korban perundungan (bullying) hingga tindak kekerasan yang dilakukan oleh sebuah geng motor yang berujung pada kematian. Vina, yang awalnya dinyatakan meninggal karena kecelakaan, akhirnya mengungkap kebenaran sebelum tujuh hari berlalu. Semoga artikel ini membantu Anda lebih memahami film Vina: Sebelum 7 Hari!
Inilah sederetan fakta Film Vina: Sebelum 7 Hari
- Diangkat dari Kasus Pembunuhan Sadis
Film Vina: Sebelum 7 Hari ini diangkat dari kasus pembunuhan sadis seorang perempuan bernama Vina. Peristiwa terjadi di Cirebon pada tahun 2016 silam.
Vina dan sang kekasih, Eky tewas dibunuh oleh geng motor. Sebelum dibunuh, Vina diperkosa oleh pelaku dan kawan-kawannya.
Kasus ini sangat heboh hingga viral rekaman suara Vina merasuki sahabatnya bernama Linda yang kemudian menceritakan kronologi pembunuhannya. - Pemain Vina: Sebelum 7 Hari
Vina, tokoh utama dalam film ini diperankan oleh aktris Nayla D. Purnama. Yusuf Mahardika dipercaya memerankan karakter Zaki, kekasih Vina.
Jajaran pemain lainnya adalah Gisellma Firmansyah, Lydia Kandou, Delia Husein, Pritt Timothy, Niniek Arum, Firman Ferdiansyah, Eduwart Manalu dan banyak lag - Sinopsis Vina: Sebelum 7 Hari
Meski diangkat dari kisah nyata, plot cerita Vina: Sebelum 7 Hari memasukkan unsur dramatis bergenre horor. Diceritakan bahwa arwah Vina gentayangan karena tak terima kematiannya dianggap sebagai kecelakaan.
Arwah Vina memutuskan untuk turun tangan tujuh hari sebelum kejadian tragis tersebut. Konflik cinta segitiga dimasukkan untuk menambah intrik dalam cerita - Tuai Pro Kontra
Tak semua orang menantikan Vina: Sebelum 7 Hari untuk segera tayang. Banyak yang menyerukan agar film ini diboikot karena dianggap tak mempertimbangkan perasaan keluarga almarhumah.
Namun kabarnya keluarga telah memberikan izin kisah Vina diangkat menjadi film. Hanya saja warganet merasa pihak produksi seharusnya mengganti nama karakter utama.
Hingga kini Dee Company selaku rumah produksi belum menanggapi kritik dari netizen. Film ini dijadwalkan rilis pada 8 Mei 2024 mendatang di bioskop.
Review Film Vina: Sebelum 7 Hari
Perlu diketahui bahwa film Vina: Sebelum 7 Hari sudah bisa disaksikan di ratusan bioskop Indonesia mulai tanggal 8 Mei 2024. Sebelum resmi ditayangkan, ada beberapa orang yang secara khusus diundang untuk menyaksikan premiere-nya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, dikabarkan bahwa penonton akan menerima peringatan mengenai adegan-adegan dalam film yang meliputi kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan perundungan sebelum filmnya benar-benar diputar.
Hal ini dilakukan dengan tujuan memberikan peringatan kepada para penonton untuk tidak memaksakan diri jika memang berpotensi mengalami gangguan atau terpicu secara emosional dengan trigger warning yang diberikan.
Secara garis besar, para pemain mampu menunjukkan kualitas akting yang cukup mumpuni meskipun mereka terhitung artis pendatang baru.
Akting pemeran ketika melakoni adegan kesurupan disebut-sebut mampu membuat bulu kuduk penonton meremang.
Dari segi alur, walaupun ada beberapa penyesuaian, tim produksi film terlihat berusaha membuat filmnya sedekat mungkin dengan kejadian aslinya. Bahkan, kabarnya beberapa adegan sampai dilakukan di tempat kejadian perkara.
Tak hanya itu, dari segi skoring dan tata musik, tim produksi film pun menerima review positif dari beberapa orang. Sebab, adanya latar suara yang keras dan menyuarakan nada-nada menyeramkan sangat pas untuk membangun suasana.
Sementara itu, dari segi pesan moral, penonton menangkap adanya pesan mengenai bahaya perundungan dan budaya geng motor yang sebaiknya dibasmi demi kebaikan bersama.
Harapannya, dengan dirilisnya film ini, masyarakat tidak lagi melanggengkan perundungan dan kekerasan seksual. Semoga segala ketidakadilan yang terjadi dapat dibasmi dan setiap korban dapat kembali memperoleh hak-haknya.
Dalam film Vina: Sebelum 7 Hari, kita diajak untuk merenung tentang kekejaman dan ketidakadilan yang terjadi di dunia nyata. Kisah Vina, yang awalnya diberi label sebagai kecelakaan, mengajarkan kita pentingnya mencari kebenaran dan memperjuangkan keadilan.
Sebagai penonton, kita diingatkan untuk tidak hanya menerima apa yang terlihat di permukaan. Terkadang, kebenaran tersembunyi di balik lapisan-lapisan kehidupan yang kompleks. Vina, dengan tekadnya, berhasil mengungkap fakta yang sebenarnya sebelum tujuh hari berlalu.
Mari kita berbicara tentang isu-isu yang lebih dalam, mendengarkan cerita-cerita yang tersembunyi, dan berusaha memahami sudut pandang yang berbeda. Kita semua memiliki peran dalam mencari keadilan dan menghormati setiap individu.
Semoga film ini menginspirasi kita untuk lebih peduli, lebih bijaksana, dan lebih berempati.





